Perempuan 35 th, pedagang. ~12 hari lalu tergores pecahan kaca di betis kiri saat bersih-bersih rumah; luka DANGKAL, sempat dicuci air & sabun, tidak tampak kotor/benda asing, tepi luka kini kering menutup. Riwayat imunisasi tetanus tidak jelas (tidak pernah booster dewasa). Onset gejala 4 hari lalu; period of onset (gejala pertama → spasme pertama) ~72 jam (pertanda lebih ringan). Keluhan: rahang terasa kaku & sulit membuka lebar (trismus sedang, jarak antar-gigi ~2 cm), leher-punggung pegal-kaku, beberapa kali wajah menyeringai. Spasme otot: HANYA sesekali (beberapa kali/hari), singkat, dipicu oleh menelan/gerakan; TIDAK terus-menerus, TIDAK ada opistotonus. Menelan: agak sulit untuk makanan padat, tetapi MASIH mampu menelan ludah (tidak hipersalivasi, tidak menumpuk sekret). Saat spasme SpO2 tetap 97–98%, tidak pernah turun; tidak ada episode apnea/sianosis. Kesadaran penuh. Suhu 37,4°C. TTV antar-spasme STABIL: TD 118/76, HR 92, RR 20, SpO2 98% udara ruang; TIDAK ada ayunan TD, tidak takikardia ekstrem, tidak diaforesis, tidak aritmia (disautonomia TIDAK ada). Luka betis kiri: superfisial, dasar bersih, granulasi awal, TANPA jaringan nekrotik, TANPA korpus alienum, tidak ada pus. Kaku kuduk (+) ringan tetapi Kernig & Brudzinski NEGATIF; refleks fisiologis normal; tidak ada defisit fokal.
Trismus sedang, risus sardonicus sesekali, spasme SINGKAT & jarang (dipicu menelan/gerakan), masih mampu menelan ludah, SpO2 selalu normal, kesadaran penuh, riwayat luka gores + imunisasi tak jelas. Bagaimana Anda menegakkan diagnosis dan mengklasifikasi keparahan?